GAMBARAN TENTANG KONDISI PENDIDIKAN DI KABUPATEN TRENGGALEK KHUSUSNYA DI KECAMATAN DURENAN

  1. 1.     PENGANTAR

Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran. Suatu perjalanan dari keadaan tidak tahu menjadi tahu. Suatu sarana menuju kebahagiaan.

Bila dilihat dari definisinya, pendidikan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting dan mutlak diperlukan oleh setiap manusia. Pendidikan adalah jembatan menuju kebahagiaan. Dengan pendidikan, manusia berkembang dan memperbaiki hidupnya.

Pendidikan dapat diperoleh secara formal, maupun non-formal. Pendidikan formal dilaksanakan didalam sekolah-sekolah secara resmi. Sedangkan pendidikan non-formal dilaksakan dalam lembaga-lembaga pendidikan yang lain, seperti keluarga, masyarakat.

Disini, saya akan membahas tentang pendidikan formal di daerah asal saya, yakni di kecamatan Durenan, kabupeten  Trenggalek, Jawa Timur.

  1. 2.      FAKTOR PENGHAMBAT

Dilihat dari kondisinya, pendidikan di daerah asal saya belum ada perkembangan yang berarti.

Faktor-Faktor yang Menghambat Antara Lain ialah:

  • Kurangnya tenaga pendidik

Untuk beberapa sekolah dan beberapa matapelajaran masih sangat kekurangan tenaga pendidik. Yang sangat mencolok ialah kurangnya tenaga pendidik untuk matapelajaran Pendidikan Agama Katolik. Hanya ada 1 guru untuk tingkat SD, 1 guru untuk tingkat SLTP dan belum ada guru yang mengajar di jenjang SLTA dalam 1 kabupaten.

  • Kekurangan buku pelajaran

Di beberapa sekolah yang pernah saya tempati untuk mengenyam pendidikan, banyak kali saya temui para siswa kesulitan menemukan buku-buku pelajaran ataupun referensi yang relevan. Di perpustakaan memang ada cukup banyak terpampang buku-buku pelajaran. Namun, relevansinya untuk pendidikan saat ini sangat kurang. Sebab buku-buku tersebut pada umumnya buku-buku lama yang sudah usang yang sudah tidak dapat lagi dipakai sebagai refrensi kurikulum yang ada sekarang ini.

  • Sarana dan prasarana kurang memadai

Sarana ini juga menjadi salah satu faktor penghambat yang ada di daerah tempat saya tinggal. Sekolah-sekolah sepertinya hanya mementingkan untuk menambah jumlah muridnya tanpa melihat apakah sarananya memadai atau tidak. Seperti pada sekolah yang terakhir saya tempati, mereka menambah sekitar 40 siswa pada tahun ajaran yang lalu. Padahal jumlah kelasnya tidak cukup untuk membuka 1 kelas lagi. Akhirnya kelas yang baru itupun mengambil tempat di laboratorium kimia. Hal ini tentunya sangat tidak nyaman bagi para siswa karena dengan demikian, jadwal mereka untuk praktek kimia di laboratorium menjadi terganggu dan harus mencari-cari kesempatan saat kelas yang berada di lab itu praktek di lab lain atau pada saat pelajaran olahraga di lapangan. Padahal ada sekitar 12 kelas lain yang harus praktek kimia di laboratorium tersebut.

Demikian juga halnya dengan laboratorium komputer yang hanya mempunyai sekitar 15 komputer untuk praktek. Padahal setiap kelas ada sedikitnya 40-45 siswa. Hasilnya siswa harus praktek dan belajar komputer secara berkelompok-kelompok. Dan yang terjadi sudah bisa ditebak, bahwa yang menguasai pelajaran itu hanyalah beberapa siswa saja, karena suasana belajar yang terlalu ramai.

  • Fasilitas olahraga

Ini juga menjadi penghambat perkembangan murid. Karena yang saya alami dan yang sampai sekarang masih terjadi pada waktu pelajaran olahraga adalah hanya lari mengelilingi lapangan upacara beberapa kali setelah itu dibebaskan oleh sang guru olahraga.

Padahal para siswa mempunyai ketrampilannya masing-masing yang perlu dibina dalam bidang olahraga ini.

  1. 3.     FAKTOR PENDUKUNG

Disamping faktor-faktor penghambat itu tentunya ada beberapa faktor yang mendukung pendidikan formal di tempat asal saya.

  • Dukungan dari orang tua murid dan masyarakat

Antusiasme masyarakat cukup baik dalam memperoleh pendidikan formal ini. mereka pada umumnya menginginkan anak-anaknya bersekolah. Bagi mereka memang lebih membantu bila anaknya bekerja dan membantu memenuhi kebutuhan mereka, namun sangat bahagia bila anaknya mau bersekolah sehingga nantinya dapat memperbaiki taraf kehidupan keluarganya.

  • Semangat dari siswa itu sendiri

Mereka pada dasarnya memiliki semangat yang besar untuk memperoleh pendidikan. Terbukti dengan adanya beberapa siswa yang rela bekerja disela-sela sekolahnya agar ia dapat tetap bersekolah.

  • Semangat guru yang mengajar

Guru-guru yang mengajar pada umumnya selalu meluangkan waktunya di luar jam mengajar untuk setia membimbing anak-anak didiknya. Mereka menyediakan waktu untuk mengadakan bimbingan belajar seusai jam sekolah secara gratis.

  • Suasana yang mendukung

Dalam sekolah-sekolah itu biasanya tercipta suasana yang mendukung dalam hubungannya dengan warga sekolah. Hampir seperti tidak ada jarak antara guru dengan murid. Guru-guru memperlakukan para siswa seperti anak-anak mereka, dan para siswa menghormati gurunya seperti orang tua mereka sendiri. Sehingga tercipta keakraban dan kekeluargaan dalam lingkungan sekolah itu. Ini juga membuat para siswa merasa nyaman belajar di sekolah.

  1. 4.     KUALITAS PENDIDIKAN

Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, mutu pendidikan di daerah asal saya tidak mengalami peningkatan yang berarti. Hal ini terwujud dalam kualitas guru dan metode belajar mengajar yang dilakukan.

Sekarang ini banyak guru yang kurang kompeten. Kurang menguasai bahan yang diajarkannya. Ini juga akibat dari semakin banyaknya mata pelajaran yang ditambahkan. Sehingga pihak sekolah membebankan tugas mengajar matapelajaran yang baru itu tanpa pembekalan terlebih dahulu.

Seringkali juga para guru itu hanya memberikan tugas dan sedikit memberi penjelasan kepada para siswa. Memang metode ini membantu agar siswa lebih terdorong untuk mandiri dalam belajarnya. Namun ini dapat terlaksana dengan baik bila buku-buku pelajaran dan buku-buku lain yang relevan tersedia. Sehingga dapat menunjang proses belajar para siswa.

  1. 5.     KECENDERUNGAN MENERUSKAN SEKOLAH

Pada jenjang pendidikan dasar, biasanya mereka bersekolah hanya di sekitar tempat tinggal mereka saja, yaitu di desa masing-masing. Memasuki usia SMA barulah mereka mulai merantau keluar kota untuk bersekolah. Tidak sedikit dari merka yang bersekolah sambil bekerja. Hal ini dilakukan agar mereka bisa tetap bersekolah sambil membantu keuangan keluarganya.

Pada masa-masa akhir SMA mereka mulai sibuk mengumpulkan prestasi agar dapat digunakan untuk mencari beasiswa demi melanjutkan kuliah. Mereka biasanya mendaftar pada unuversitas negeri yang mereka yakini sebagai universitas favorit dan terbaik. Universitas yang pertama kali dituju biasanya antara lain, Universitas Negeri Malang, ITN Malang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Surabaya, Institut Sepuluh November Surabaya, Universitas Negeri Jember.

  1. 6.     MANFAAT PENDIDIKAN

Pendidikan sangatlah penting dalam hidup manusia. Dengan pendidikan, kita bisa bertindak dengan benar. Kita dapat mempertimbangkan resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Apa lagi, dalam negara Indonesia ini yang diutamakan adalah pendidikan. Termasuk dalam mencari pekerjaan. Pendidikan menjadi syarat utama untuk menigkatkan penghasilan dan taraf hidup seseorang.

  1. 7.     ANALISIS PENDIDIKAN

Seperti yang diketahui sebelumnya, pendidikan adalah suatu sarana menuju kebahagiaan. Pendidikan menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia berkaitan dengan mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan adanya hubungan yang baik antara pendidik dan terdidik. Sehingga menimbulkan suasana belajar yang nyaman.

Agar pendidikan memiliki mutu yang baik dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, maka mutu pendidiknya pun harus diperhatikan. Seorang pendidik harus benar-benar kompeten, menguasai bidangnya. Sehingga menghasilkan anaj-anak didik yang kompeten pula.

Dalam hal ini tentunya pemerintah juga berkewajiban untuk mengusahakan pendidikan yang lebih baik bagi generasi bangsanya. Jangan hanya menuntut orang-orang tua untuk menyekolahkan anaknya, tetapi juga harus ikut memberikan kontribusi yang sepadan bagi pendidikan. Yaitu dengan ikut mencetak pendidik-pendidik profesional.

2 thoughts on “GAMBARAN TENTANG KONDISI PENDIDIKAN DI KABUPATEN TRENGGALEK KHUSUSNYA DI KECAMATAN DURENAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s