HUKUM DAN KEADILAN DI INDONESIA: BAGI SIAPA?

A. Pengantar
Kita semua tahu, bahwa negara Indonesia adalah sebuah negara hukum, yang menjadikan hukum sebagai landasan untuk saling memberi ruang bagi kepentingan masing-masing pribadi agar tidak bertabrakan. Singkatnya, hukum adalah sesuatu yang mengatur setiap gerak warga negara yang tinggal di dalam negara Indonesia ini. Hukum, sebagai suatu instrumen negara yang mengatur warga negara sudah seharusnya bersikap adil kepada semua warga negara tersebut tanpa kecuali, tanpa memandang bulu.
Bukan saja dalam kaitannya dengan hukum bahwa seseorang itu harus bersikap adil, tetapi dalam setiap tindakannya seharusnya setiap orang berlaku secara adil. Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Pada dasarnya, keadilan adalah suatu kebutuhan mutlak dalam kehidupan setiap orang. Tetapi, banyak orang merasa tidak mampu dan akhirnya tidak mau bersikap adil terhadap sesamanya. Mereka berfikir bahwa untuk bertindak adil adalah tergantung pada kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki seseorang.

B. Pembahasan
• Realitas
Di Indonesia dewasa ini yang nampak secara nyata tentang keadilan adalah bahwa keadilan ada dan dibuat bagi mereka yang memiliki harta dan kekuasaan. Hal ini sangat tampak dari perlakuan hukum yang di dapat.
Misalnya saja kasus nenek-nenek yang dilaporkan mencuri tiga buah kakao bisa langsung ditangkap dan diproses sampai tingkat pengadilan. Sedangkan para koruptor, yang jelas-jelas sangat merugikan negara hanya dihukum 7 tahun saja. Itupun setelah melalui proses hukum yang sangat panjang dan berbelit-belit. Seolah-olah mereka kebal terhadap hukum sehingga hampir semua pihak berusaha menutupi kesalahan dan membebaskan mereka dari jerat hukum. Bahkan setelah dalam tahanan mereka masih menikmati kamar penjara dengan fasilitas yang lengkap mirip hotel bintang lima.
Dalam kasus semacam ini, seolah-olah hukum hanya menjadi nyata bagi masyarakat kecil saja. Sedangkan bagi mereka yang berkuasa, hukum tidak dapat menyentuhnya.

• Teori
Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal-hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Menurutnya, keadilan adalah diluar kemampuan manusia biasa.
Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik.
Menurut Thrasymachus hukum ialah apa yang berguna bagi si kuat. Dan adil adalah semua yang dilakukan demi kepentingan kekuasaan yang ada dalam negara.

• Relevansi
Indonesia adalah negara hukum yang mencita-citakan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Para pendiri bangsa ini telah mencita-citakan negara yang tatanan masyarakatnya sadar hukum. Sehingga keadilan dapat dimiliki oleh semua orang yang dilahirkan dengan hak yang sama bagi seluruh makhluk hidup.
Hukum dibuat dan diciptakan untuk mengatur norma-norma yang berlaku di masyarakat, melindungi hak-hak masyarakat dan seharusnya mempunayi dampak positif bagi masyarakat itu sendiri. Idealnya, hukum harus dapat memberikan rasa keadilan bagi setiap warga negara.
Namun agaknya Indonesia menganut teori keadilan menurut Thrasymachus. Orang-orang yang kuat dalam finansial dan akses kekuasaan, seolah-olah hanya bagi merekalah keadilan itu berlaku. Sehingga hukum pun seakan enggan menyentuh mereka. Dengan kekayaan, kekuasaan dan kekuatan mereka itu mereka dapat mengatur sedemikian rupa agar hukum dan keadilan berpihak padanya.
Apapun dapat mereka lakukan demi memenuhi kepentingan mereka. Bahkan, dihadapan hukum mereka dapat melimpahkan kesalahan kepada orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan kasus hukum yang sedang mereka hadapi saat itu. Hal ini terlihat dari beberapa kasus salah tangkap yang terjadi di negara ini. Dan ironisnya dalam beberapa kasus salah tangkap itu, baru diketahui kesalahan setelah orang tersebut menjalani masa tahanan yang cukup lama.
Dalam kasus ini, keadilan menurut Socrates tidak akan dapat terwujud di Indonesia karena pemerintah tidak pernah dapat bertindak dengan baik. Dan rakyat kecil akan selalu tetap tertindas. Mereka tidak akan pernah merasakan yang namanya keadilan.
Dan kalau Indonesia mau menerapkan prinsip keadilan seperti yang dikemukakan Ariestoteles, maka yang terjadi hanyalah konflik yang berkepanjangan. Rakyat kecil akan terus menuntut ketidakadilan yang dilakukan oleh masyarakat atas yang berkuasa. Mereka akan saling membalas berlaku tidak adil terhadap sesamanya.
Bila dilihat secara mentah dari teori Ariestoteles mengenai keadilan tersebut di atas, dengan adanya saling balas ketidakadilan tersebut sebenarnya sudah tercipta keadilan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal-hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dengan kata lain, ketidakadilan boleh dibalas dengan ketidakadilan. Sehingga menjadi benar-benar adil bagi kedua pihak. Namun hal ini akan berakibat buruk bagi stabilitas pemerintahan negara. Karena merasa tidak percaya lagi kepada penguasa, rakyat akan memberontak. Keadaan semacam ini tidak ubahnya sebuah bom waktu yang akan menghancurkan persatuan dan kesatuan negara ini.
Gejala-gejala ini seharusnya sudah disadari oleh para pemimpin negara saat ini. Mereka sudah seharusnya memikirkan kembali mengenai cita-cita awal bangsa ini berkaitan dengan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Jangan sampai negara ini dikuasai orang-orang kaya yang tidak bertanggung jawab dan sewenang-wenang dalam menggunakan kekuasaannya tersebut.
Para pemimpin negara juga sudah seharusnya memikirkan nasib rakyat kecil yang diperlakukan berbeda dihadapan hukum. Sebagai negara hukum, seharusnya Indonesia juga menjunjung tinggi rasa keadilan.

C. Daftar Pustaka
http://alisafaat.wordpress.com/2008/04/10/pemikiran-keadilan-plato-aristoteles-dan-john-rawls/
http://ayunajolie.blogspot.com/2011/03/keadilan-hanya-untuk-orang-kaya.html
http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_17256/title_1725/
http://nasional.kompas.com/read/2010/02/14/15254518/Keadilan.bagi.Masyarakat.Kecil.Sangat.Memprihatinkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s